Ungkapan ini seringkali kita dengar dari orang tua kita. Ingat nak, diatas langit masih ada langit. Kira-kira begitulah orang tua kita menasehati kita tatkala kita ‘menyombongkan diri’ karena telah berhasil menggapai suatu tujuan. Misalnya menjadi juara kelas.
Nasehat orang tua kita itu bukan tanpa maksud. Bukan pula tidak menghargai jerih payah kita yang telah susah payah belajar supaya dapat menjadi juara kelas. Namun nasehat bijak diatas langit masih ada langit itu ditujukan agar kita tidak takkabur dan selalu mawar diri.
Bisa jadi hari ini kita menjadi pujaan karena menjadi juara kelas, di elu-elukan oleh teman-teman dan disayang sama guru. Namun tahun depan, bila tidak segera berbenah, mungkin kita akan menjadi pecundang.
Untuk itulah kita tidak boleh sombong dengan sesuatu yang kita punya. Ingatlah diatas langit masih ada langit. Diatas kepandaian yang kita punya masih ada lagi orang yang lebih pandai. Berhati-hatilah, anakku.